Kamis, 25 Juni 2015

Wajah Kehidupan

Pergi berjalan melipir di sisi hidup ini, licin bagai permainan air di waterboom.
Kita adalah orang yang sering tergelincir masuk dan mendapati ruang gelap yang buntu.
Di sana kita bisa mencium wangi tata kota yang sumpek dengan segala benda  estetis di atasnya.
Mereka lucu.
Tinggal menyempil-nyempil di suatu bidang yang sudah jengah ditinggali.
Persegi. Kenapa ku katakan begitu? Karena memang tiada atap penutup di atasnya.
Bukanlah benda bervolume yang kau tahu selayaknya.
Kita bukan bagian dari mereka. Tapi tidakkan rasa iba mencuat dari benakmu?
Pernahkah pikiranmu menjamah kehidupan mereka?
Kita bisa saja terjerembab masuk lebih dalam dan sulit kembali.
Hidup seperti roda. Terus berputar.

Kita adalah kusir yang harus pandai-pandai dalam menjalani roda kehidupan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar