Bawa
aku kepada Sapardi
agar
aku bisa berguru dan membuktikan pada kekasih
bahwa
aku ingin mencintainya dengan sederhana
Tetapi
pula tak sesederhana ratap kayu kepada api yang memusnahkannya
Aku
ingin aku-kamu tetap bersama menikmati secangkir puisi dari Sapardi setiap sore
Katanya puisi bisa jauh lebih menghebatkan perbendaharaan kata yang ada di KBBI. Aku percaya itu.
Minggu, 24 Januari 2016
Selasa, 19 Januari 2016
Semesta yang Berteduh Di Matamu
Dari kelopak matamu
Aku melihat semesta yang bernapas
Kehebatan alam liar seakan memergokiku yang kikuk di hadapanmu
Matamu seolah menjadi titik pusat
bagi segala yang hidup dan tinggal
Di belantara sana yang ku selami
aku menemukan air terjun yang berjatuhan ke dasarnya
Di lengkung matamu
air serba berkecukupan membasahi kekeringan hati manusia
Bulu matamu ditumbuhi akar pohon dan ilalang
Hutan lebat yang mengayomi binatang-Nya
Saat senja tiba mataku berkedip seakan bangun dari daya hipnotismu
Burung-burung yang terbang itu sontak membuatku terkesiap
Mereka pergi berlarian menyambut langit yang berkilauan di wajahmu
Aku melihat semesta yang bernapas
Kehebatan alam liar seakan memergokiku yang kikuk di hadapanmu
Matamu seolah menjadi titik pusat
bagi segala yang hidup dan tinggal
Di belantara sana yang ku selami
aku menemukan air terjun yang berjatuhan ke dasarnya
Di lengkung matamu
air serba berkecukupan membasahi kekeringan hati manusia
Bulu matamu ditumbuhi akar pohon dan ilalang
Hutan lebat yang mengayomi binatang-Nya
Saat senja tiba mataku berkedip seakan bangun dari daya hipnotismu
Burung-burung yang terbang itu sontak membuatku terkesiap
Mereka pergi berlarian menyambut langit yang berkilauan di wajahmu
Sabtu, 16 Januari 2016
Hinggap di Pelukan
Aku bukan petualang jauh yang membaku hantam ombak
Tidak seperti gadis kecil yang merangkai kapal dan melipat jala,
seperti yang di-ode-kan Banda Neira
Bukan pula anak lelaki yang berpergian ke parade hitam, seperti yang
di-ode-kan My Chemical Romance
Aku bukan penjemput paradise,
seperti yang di-ode-kan Coldplay
Aku hanyalah perempuan yang sedang dalam pelukan, seperti yang
di-ode-kan Payung Teduh
Sabtu, 09 Januari 2016
Ibu Kota yang Kandung
Anak-anaknya di desa berdatangan
menyambangi daerah kumuh sana
katanya pergi untuk menyusu
mereka butuh gizi dari ibunya
ibu mertua di desa tak cakap membesarkannya
Bagaimana mereka tidak bergantung
ibu kota yang kandung selalu dinanti
di kakinya mereka meng-aduh, merintik air mata
segala megah disuguhkannya
tetapi mereka tetap ingin pulang, memadu sua dengan kekasih
Langganan:
Postingan (Atom)

