Karya : Birgita Olimphia Nelsye dan Elisabet Olimphia Selsyi
Jam karet mendetik, menyeret
jarumnya
Arloji patah hati dan baterai
yang nyaris mati
Kami tidak punya puisi untuk
sahur nanti
Hanya kedelai beragi dan nasi
yang hamper basi
Dan segelas air tuba yang
menggondok
Seorang laknat dari jalanan kota
Menahan amarah dalam pingitan
Rakyat jelata sambat sana-sini
Mengaduh kenaikan harga barang
Maunya serba bersubsidi
Bulan Ramadhan bulan yang gemar
dandan
Maklum sebentar lagi lebaran
Bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan permulaan
Janganlah engkau minta cinta pada
penyair,
Tetapi mintalah pada Allah, sang
pemberi hidup
Terik menarik matahari
keubun-ubun
Kami mengisi lambung dengan
dahaga sendiri
Menghindari kemewahan duniawi
Peluh mengeluh jatuh ke baju
Menikmati debu jalanan
Hari ini aku pulang kelewat waktu
Lebih petang dari gembala pulang
merumput
Bedug digebuk,
Membuka telinga orang bebal
Kepala keluarga memimpin doa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar